BERSAMA MEMBANGUN GENERASI SHALEH DAN CERDAS
Wednesday, 08 September 2010
Link Pendidikan
Jardiknas
JSIT
Edukasi Net
Belajar Baca Quran
Dakwatuna
Download
Soal Ujian Nasional
RPP, Modul KTSP, Silabus
Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini45
mod_vvisit_counterKemarin53
mod_vvisit_counterPekan Ini143
mod_vvisit_counterBulan Ini419
mod_vvisit_counterSeluruhnya41517
MUSAFIR
oleh : Ust.M.Ma'mun Salman, S.PdI

Manusia hidup di dunia layaknya seorang musafir yang sedang melakukan perjalanan.Sang musafir harus melaksanakan tugas yang diembannya , ia tidak boleh mengecewakan pihak yang telah memberinya amanat. Semua tempat yang ia singgahi bukanlah tempatnya. Ia hanya menumpang dan untuk kemudian meninggalkannya kembali. Semua harta yang ada padanya pun bukan miliknya Itu hanya titipan sementara yang pada suatu saat akan ia tinggalkan.

Dari Ibnu Umar ra suatu hari Rasul saw memegang pundaknya dan bersabda :
“Jadilah kamu hidup di dunia seperti pengembara atau seorang yang sedang berjalan”.

Sejatinya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menjalan hidup ini dan kaitannya kita sebagai musafir :

Pertama, hendaknya selalu menyadari tujuan pengembaraannya. Dengan tujuan yang jelas, kaki yang dilangkakan akan terarah dan tidak akan tergoda oleh buaian kesenangan sementara yang ditawarkan kepadanya. Tujuan yang jelas juga berfungsi sebagai terapi dari ketergelinciran.
Kedua, membawa barang bawaan secukupnya agar tidak menyusahkan perjalanan. Islam tidak melarang umatnya untuk menjadi orang kaya, tetapi ia mengarahkannya kepada sikap zuhud dalam berinteraksi dengan dunia sehingga apapun yang ia miliki akan diarahkan sepenuhnya untuk kebaikan hidup dunia dan akhirat karena segala sesutau akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Bahkan agama mengingatkan kefakiran itu dekat dengan kekufuran.
Ketiga, hendaknya ia selalu berhati-hati dan mematuhi peraturan yang ada agar selamat sampai tujuan. Karena itu Allah memberikan petunjuk dan guide berupa Qur’an dan sunnah rasul-Nya sebagai petunjuk menjalani kehidupan yang fana ini agar kita tidak tersesat.
Empat, menggunakan waktu yang tersedia untuk hal-hal yang berguna dan bermanfaat bagi diri dan makhluk di sekitarnya.
Pepatah mengatakan “Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang.
Dan jika manusia mati maka tidak ada yang ditinggalkannya kecuali amal yang akan dikenang sepanjang zaman.
“Apabila manusia mati maka terputuslah amalnya kecuali tiga hal : shadaqah jariyah,ilmu yang bermanfaat dan seorang anak yang sholeh yang selalu mendoakan orang tuanya”

Berkata Imam Syafii :
“Jadilah engkau sorang yang selalu dikenang kebaikannya ketika hidup"

Penulis adalah Kepala Bidang Tahsin - Tahfidz Yayasan Thariq Bin Ziyad

 
< Prev   Next >
Thariq Bin Ziyad
Hijriyah
,* Pondok Hijau Permai Blok A, No.23 Kec. Rawa Lumbu -Kota Bekasi
Telp. 021-82405687, 021-82405688
* Jl. Melati Ujung Blok J, Perumahan Jatimulya Kec. Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi
Telp. 021-82418610, 021-82418611
* Jl. Toyogiri Selatan, Desa Jatimulya Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi
Telp. 021-82429882, 021-82429680